Kanker Langka LCH Mengintai Balita

Jumat, 20 November 2020

Kanker Langerhans Cell Histiocytosis (LCH) mungkin tidak sepopuler kanker lain yang dikenal masyarakat Namun kanker ini perlu diwaspadai karena tergolong langka dan berbahaya.

Berdasakan data kankere.com, kanker langka ini hanya ditemukan pada 0,5–5,4 kasus per juta orang per tahunnya. Penyakit ini dapat terjadi pada semua kelompok usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak usia 0 hingga 15 tahun.

Organ yang paling sering terkena antara lain tulang (80%), kulit (33%), kelenjar hipofisis (25%), sedangkan organ lainnya berupa hati (15%), limpa (15%), paru-paru (15%), dan kelenjar getah bening (5-10%).

Gejala yang muncul pada penderita kanker LCH biasanya bermacam-macam. Mulai dari tulang yang menjadi rapuh seperti kaca, terdapat ruam dan memar pada kulit, kelumpuhan saraf otak, hingga gangguan fungsi hati.

Umumnya setelah pasien dinyatakan menderita LCH, pasien akan dikelompokkan ke dalam risiko rendah atau tinggi berdasarkan jumlah dan lokasi lesi yang ditemukan. Pengelopokkan ini bertujuan untuk menentukan pengobatan yang diberikan.

Pengobatan dilakukan selama 6-12 bulan tergantung pengelompokkan pasien. Biasanya pengobatan yang dilakukan berupa eksisi, radioterapi, kemoterapi, atau terapi kombinasi.

Mengingat banyaknya pengobatan yang harus dilakukan penderita kanker LCH, sebagai sesama manusia, kita harus saling membantu karena tidak semua penderita kanker LCH merupakan orang yang mampu.

Kisah inspiratif pejuang kanker langka