Alirkan Pahala dengan Mukena Baru untuk Lansia dan Masjid Pinggiran Kota..

Alirkan Pahala dengan Mukena Baru untuk Lansia dan Masjid Pinggiran Kota..

Rp 1.138.114
dari target Rp 150.000.000
0.76% Tercapai
Sisa Waktu 77 Hari

Deskripsi Program

Allah swt berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisikan-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhaan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.” (QS. An-Nissa:14)
____

Tetangga baik, pernahkah sebelumnya membayangkan hanya memiliki satu mukena bertahun-tahun yang digunakan hingga tipis, lusuh, dan menguning? Membeli mukena tentunya menjadi hal yang biasa bagi kita. Terlebih menjelang Ramadhan atau hari raya Idul Fitri, mukena baru menjadi sebuah semangat dalam melaksanakan ibadah dan perayaan besar menyambut bulan suci.

Bagaimana dengan saudara muslim kita di pinggiran kota? Tempat yang tidak pernah sebelumnya kita pikirkan atau jelajahi. Di tengah-tengah kepadatan kota beserta hiruk-pikuknya, ada saudara kita yang hidup di gang-gang kecil dengan jalan setapak.

Seperti halnya, di kawasan Babakan Kimin, Cileunyi, daerah yang berada di bawah jembatan penyebrangan Tol Padalarang. Di sana, masih banyak saudara kita yang mencari makan saja sulit, apalagi membeli mukena baru.

Salah satunya, Mak Min (71tahun), lansia yang hidup sebatang kara. Ia bekerja mengandalkan panggilan dari tetangga. Biasanya, Mak Min membantu untuk membersihkan pekarangan rumah dan masjid, hasil kerjanya dibiayai sebesar 20RB saja.

Dengan upah yang minim, Mak Min kesulitan untuk memenuhi kebutuhan harian, apalagi membeli sebuah mukena baru. Mukena yang kini ia kenakan pun hasil dari pemberian orang. Saat ini, kondisinya juga sudah tidak terlalu bagus.

Meski begitu, Mak Min selalu rutin solat di masjid dan ikut pengajian. Bulan Ramadhan ini, Mak Min berharap dapat menyambutnya dengan lebih baik lagi.

Bahkan, masjid-masjid di sana seperti sebuah mushola umum dengan fasilitas seadanya. Mukena-mukenanya pun terbatas, jika ada pun pasti sudah bau, lusuh, dan menguning. Meskipun demikian, masyarakat di sana tetap aktif melaksanakan kegiatan di masjid, seperti beribadah dan mengaji.

Semangat luar biasa dari saudara kita dalam beribadah tidak berkurang sedikit pun walau fasilitas terbatas.

Tetangga baik, di bulan suci Ramadhan ini sudah selayaknya umat muslim merasakan kebahagiaan dan semangat beribadah yang sama. Yuk, kita bahagiakan lansia dan masjid di pinggiran kota lainnya punya mukena baru.


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Berita Terbaru

Belum ada kabar baru


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Riwayat Donasi

Loading...


Lihat Semua  
X

Riwayat Donasi


Loading...

Tutup

Facebook Twitter Google Pinterest Text Email