Kanker Mulut Merenggut Sebagian Wajah, Pak Dicki Kesulitan Makan dan Bicara..

Kanker Mulut Merenggut Sebagian Wajah, Pak Dicki Kesulitan Makan dan Bicara..

Rp 7.312.662
dari target Rp 150.000.000
4.88% Tercapai
Sisa Waktu 0 Hari

Deskripsi Program

“Ibu kira, Bapak teh cuma sariawan. Tapi, kok lama-lama malah makin parah sariawannya. Ya Allah.. Gak nyangka Ibu mah kalau Bapak ternyata kanker mulut. Bingung, sedih, gak tahu lagi harus gimana. Ibu cuma pasrah aja sama Allah,” ujar istri Pak Dicki menahan tangis.

--

Lima tahun sudah Pak Dicki berjuang melawan kanker mulut. Ia tak menyangka rasa sakit di mulutnya itu bukanlah sariawan, melainkan kanker.

Memang, di tahun 2015 yang lalu Pak Dicki sempat melakukan operasi untuk kankernya itu. Namun, dua tahun kemudian bekas operasi itu terasa teramat sakit melebihi sebelumnya.

Dengan biaya seadanya, perawatan lanjutan Pak Dicki pun dilakukan. Berbulan-bulan Pak Dicki dengan sabar mengikuti semua prosedur perawatan kankernya. Tanggal jadwal operasi kedua pun sudah ditetapkan. Sayang, kondisi fisik Pak Dicki tiba-tiba drop, sehingga operasi harus diundur.

Dalam doa, seluruh keluarga berharap kondisi Pak Dicki semakin stabil. Apalagi di sela-sela pemulihannya, Pak Dicki juga tetap menjalani kemoterapi. Namun, kenyataan berkata lain, tiba-tiba muncul benjolan seperti bisul di pipi Pak Dicki. Meski telah menjalani perawatan kemoterapi selama 6 bulan, sel-sel kanker itu justru semakin meluas.

Bahkan, kini kanker mulut mulai merambah di wajahnya, hingga Pak Dicki mulai kesulitan makan dan berbicara. Sekarang, keluarga kecil ini hanya bisa mengandalkan sang anak sulung mereka yang gajinya tak seberapa untuk biaya pengobatan.

“Setiap lihat Bapak yang sekarang, pikiran saya sebagai seorang anak, hanya satu. Saya harus cari kerja tambahan lagi biar bisa biayain Bapak berobat. Biar bisa sekolahin adek-adek juga. Dan biar kami gak diusir dari kontrakan,” ucap anak sulung Pak Dicki.

Tetangga Baik, ternyata banyak kabar yang baru kita ketahui tentang kondisi tetangga sekitar kita sendiri. Terlebih lagi pandemi yang membuat kita berjarak, dan membatasi kunjungan.

Namun, kami percaya, Anda dan Tetangga Baik lainnya akan selalu ada membersamai mereka yang membutuhkan di sekitar kita. Seperti Pak Dicki yang saat ini sangat membutuhkan kita untuk bisa keluar dari permasalahannya.

Semoga doa dan bantuan apapun yang kita berikan, bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk meringankan beban Pak Dicki. Aamiin..


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Berita Terbaru

Belum ada kabar baru


Selengkapnya  
Lebih Sedikit  

Riwayat Donasi

Loading...


Lihat Semua  
X

Riwayat Donasi


Loading...

Tutup

Facebook Twitter Google Pinterest Text Email